143 Orang, Dua Hari, Satu Tujuan: SMAMDuma Perkuat Mutu Lewat Family Gathering
GARUT, SMAMDuma — SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAMDuma) menggelar Family Gathering bertajuk "Stronger Together, Happier Forever" pada 25–26 Juni 2026 di Sabda Alam Resort, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti 143 peserta, mulai dari guru, tenaga kependidikan, unsur Penjamin Mutu Perguruan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, hingga keluarga masing-masing.
Sekolah sengaja melibatkan keluarga dalam kegiatan ini. Alasannya sederhana: mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di ruang kelas, tetapi juga oleh kualitas hubungan antarwarga sekolah — termasuk dukungan yang mereka terima dari rumah.
Persaudaraan Dulu, Baru Pelayanan
Kepala SMAMDuma, Dr. Hartono Rahimi, M.A., menegaskan bahwa persaudaraan antarwarga sekolah harus terus dipupuk tanpa memandang latar belakang. Baginya, persaudaraan yang kuat akan menumbuhkan komunikasi dan rasa saling percaya, dua hal yang pada akhirnya menentukan kualitas pelayanan pendidikan.
Prinsip ini bukan sekadar slogan. Dalam dunia manajemen pendidikan modern, keterlibatan dan kebahagiaan tenaga pendidik (employee engagement) memang dikenal sebagai salah satu penentu produktivitas organisasi. Lingkungan kerja yang sehat mendorong loyalitas dan membuka ruang bagi lahirnya inovasi pembelajaran.
Hal senada disampaikan Perwakilan Penjamin Mutu Perguruan Muhammadiyah Setiabudi Pamulang, Hj. Zesmita Umar, M.Pd. Ia menyebut kegiatan semacam ini sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat budaya mutu sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai persyarikatan kepada seluruh warga sekolah dan keluarganya.
Bukan Hanya Urusan Guru dan Karyawan
Keterlibatan keluarga dalam Family Gathering ini punya alasan lain yang lebih jauh: kaderisasi Muhammadiyah. H. Ismet Kurniawan, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Setiabudi Karet yang juga pernah memimpin Perguruan Muhammadiyah Setiabudi Pamulang, menyoroti masih adanya keluarga warga Muhammadiyah yang belum benar-benar dekat dengan persyarikatan.
Menurutnya, saat keluarga ikut ambil bagian dalam kegiatan Amal Usaha Muhammadiyah, yang tumbuh bukan hanya kebersamaan, tetapi juga ketahanan moral dan sosial — sekaligus membuka jalan bagi anak-anak untuk mengenal Muhammadiyah lebih dekat sejak dini.
Dua Hari Penuh Kolaborasi
Selama dua hari, rangkaian acara dirancang untuk memaksa peserta berkomunikasi dan bekerja sama, bukan sekadar berkumpul. Anak-anak mengikuti fun games, sementara guru dan tenaga kependidikan terlibat dalam team building, family games, dan berbagai aktivitas kelompok lainnya.
Malam keakraban menjadi puncak yang paling ditunggu. Guru, tenaga kependidikan, pasangan, hingga anak-anak tampil bergantian menunjukkan kreativitas masing-masing dalam suasana santai — momen yang membuka obrolan lebih cair di luar urusan pekerjaan.
Hari kedua ditutup dengan senam bersama dan bermain di wahana air Sabda Alam Resort. Sederhana, tapi bagi banyak peserta, itulah waktu yang jarang mereka dapatkan di tengah padatnya rutinitas akademik dan administrasi sekolah.
Investasi yang Tak Terlihat di Rapor
Family Gathering ini menegaskan satu pendekatan yang dipegang SMAMDuma: kualitas hubungan antarmanusia adalah bagian dari fondasi mutu sekolah, sama pentingnya dengan kurikulum dan capaian akademik. Kolaborasi antarwarga sekolah, kepercayaan yang terjalin, serta dukungan keluarga di rumah, menjadi modal yang tidak selalu terlihat di atas kertas, namun menentukan arah jangka panjang institusi.