Kembali ke Daftar Artikel
Karya Tulis & Opini

Langkah Besar SMAMDUMA: Terpilih Jadi Sekolah Contoh

Maulidiya Rizkita Putri, S.Pd. 11 Aug 2026 102 Dilihat 0 Dibagikan
Bagikan: X
Langkah Besar SMAMDUMA: Terpilih Jadi Sekolah Contoh

Meneguhkan Komitmen SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang dalam Implementasi Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah

Ahad, 9 Agustus 2026 SMAMDUMA bersama 7 sekolah lainnya (SD  Muhammadiyah 24, SD  Muhammadiyah 49, SMP Muhammadiyah 26, SMP Muhammadiyah 35, SMA Muhammadiyah 3, SMK Muhammadiyah 1 dan SMK Muhammadiyah 12) secara resmi dikukuhkan sebagai sekolah contoh oleh Majelis Dikdasmen PWM DKI Jakarta

Pengukuhan tersebut menjadi sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan Muhammadiyah, khususnya bagi kedelapan sekolah yang dipercaya untuk menjadi sekolah contoh. Kepercayaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas berbagai upaya dan praktik baik yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya.

Pendidikan tidak pernah berhenti di ruang kelas. Ia tumbuh melalui gagasan, pengalaman, kolaborasi, dan keberanian untuk terus melakukan perubahan. Sekolah yang ingin maju bukan hanya sekolah yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi sekolah yang bersedia belajar, mengevaluasi diri, dan membagikan praktik baik agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Semangat tersebut terasa dalam Workshop Sekolah Contoh Implementasi Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, di Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah PWM DKI Jakarta bersama Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ ini menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam memperkuat implementasi pendidikan yang berkemajuan.

Sekolah Contoh: Amanah untuk Terus Bertumbuh

Bagi SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, keterlibatan dalam kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar menghadiri sebuah workshop. Sebagai salah satu sekolah contoh Muhammadiyah, sekolah kami menerima amanah untuk terus belajar dan berkembang, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan praktik pendidikan yang dapat menginspirasi sekolah lainnya.

Menjadi sekolah contoh bukan berarti menjadi sekolah yang paling sempurna. Justru, predikat tersebut mengajarkan bahwa sekolah harus senantiasa terbuka terhadap evaluasi dan gagasan baru. Sekolah contoh adalah sekolah yang mau berjalan lebih dahulu, mencoba, merefleksikan hasilnya, lalu berbagi pengalaman agar sekolah lain dapat mengambil pelajaran dan mengembangkannya sesuai dengan karakter masing-masing.

Ketika Kurikulum Tidak Hanya Berhenti di Atas Kertas

Salah satu hal penting yang kembali ditegaskan melalui kegiatan ini adalah bahwa kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Kurikulum akan menemukan maknanya ketika ia hidup dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, pembentukan karakter, dan pengalaman nyata peserta didik.

Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, implementasi kurikulum juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Peserta didik tidak hanya dipersiapkan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian, kemandirian, kemampuan berpikir, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Tantangan pendidikan hari ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, perubahan sosial, dan kebutuhan generasi masa kini menuntut sekolah untuk terus beradaptasi. Namun, kemampuan beradaptasi tidak berarti kehilangan jati diri. Justru di situlah sekolah Muhammadiyah memiliki peran penting: menghadirkan pendidikan yang modern dan relevan, tetapi tetap memiliki akar nilai yang kuat.

Belajar Bersama, Bergerak Bersama

Workshop selama dua hari juga memperlihatkan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dibangun secara individual. Setiap sekolah memiliki tantangan dan karakteristik yang berbeda, tetapi pengalaman dapat menjadi jembatan untuk saling menguatkan. Diskusi, berbagi praktik, refleksi, dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun jejaring pendidikan yang sehat.

Bagi guru, ruang seperti ini bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga kesempatan untuk melihat kembali praktik yang selama ini dilakukan. Apa yang sudah baik perlu dipertahankan, apa yang masih kurang perlu diperbaiki, dan apa yang belum pernah dicoba dapat menjadi peluang untuk berinovasi.

Semangat berbagi inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh di antara sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ketika satu sekolah menemukan sebuah praktik baik dan membagikannya, sekolah lain dapat mengambil inspirasi, menyesuaikan, kemudian melahirkan inovasi baru. Dari proses sederhana tersebut, perubahan yang lebih besar dapat tumbuh secara kolektif.

Dari Dua Hari Menjadi Gerakan yang Lebih Panjang

Dua hari kegiatan mungkin terlihat singkat, tetapi gagasan yang lahir di dalamnya dapat menjadi awal dari perjalanan yang panjang. Pengetahuan yang diperoleh perlu dibawa kembali ke sekolah, dibicarakan bersama, kemudian diterjemahkan menjadi langkah nyata yang berdampak bagi peserta didik.

Bagi SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, menjadi sekolah contoh adalah sebuah titik awal untuk terus meningkatkan kualitas guru, memperkuat budaya belajar, mengembangkan inovasi, dan memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna. Kami menyadari bahwa perjalanan ini masih panjang. Namun, justru kesadaran tersebut menjadi alasan untuk tidak berhenti belajar.

Menjadi Contoh dengan Terus Memberi Contoh

Pada akhirnya, sekolah contoh bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan siapa yang bersedia terus belajar, berani melakukan perubahan, dan mau berbagi. Kami berharap langkah yang dilakukan SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar—gerakan pendidikan Muhammadiyah yang saling menguatkan, berakar pada nilai, adaptif terhadap zaman, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik.